Growing with Character, proud to be UNESA

Debby Ardiyanto. Demikianlah nama lengkap seorang mahasiswa yang telah membawa nama harum Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya di tanah Eropa. Selama tiga hari, 27–29 November 2015, Debby menunjukkan kebolehannya di Kantor UNESCO Paris, Prancis. Ia mempresentasikan karya ilmiahnya dalam bahasa Inggris.

“Setelah presentasi, saya ditemui oleh salah satu mahasiswa yang sedang kuliah di sana (Prancis-Red.). Saya disangka mahasiswa jurusan Hubungan Internasional atau mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Dia tidak percaya kalau saya mahasiswa jurusan Manajemen karena, katanya, presentasi saya bagus,” kenang pria kelahiran Tulungagung, 21 Desember 1996 itu.

Debby mengaku, sejak baru masuk di Unesa ia ingin bisa keluar negeri. Apalagi ia merasa tertantang ketika mengetahui visi jurusan Manajemen, yaitu “Menjadi Prodi yang Berdaya Saing dalam Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Manajemen yang Berbasis Entrepreneurial Leadership dan Etika Bisnis di Asia Tenggara tahun 2025”. “Kata ‘Asia Tenggara’ yang semakin menambah semangat saya,” katanya.

Gayung bersambut, Debby menemukan kesempatan di Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) 2015 Prancis. Kompetisi ini digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis setiap dua tahun sekali. OKTI 2015 mengusung tema “Constucting Strategies for Maritime Axis as Indonesia’s Core Policies in Advancing ASEAN Community 2015”. Tiga puluh paper yang lolos seleksi berkesempatan untuk melakukan presentasi dan ikut seminar tentang Poros Maritim di Prancis.

Setelah dinyatakan lolos seleksi abstrak, Debby bersusah payah membuat makalah. Ia mengaku, kemampuannya menulis dalam bahasa Inggris tidak sebaik kemampuannya dalam berbicara (speaking). Oleh karena itu, Debby meminta bantuan kepada dosen bahasa Inggris untuk memperbaiki tulisannya. “Saya juga minta bantuan kepada teman saya yang kuliah di jurusan bahasa Inggris. Pokoknya saya terus berusaha,” jelas dia.

Celakanya, sudah bersusah-susah membuat makalah, ternyata bentuk karya yang diminta dalam bentuk paper, bukan makalah. Artinya, Debby harus memperbaiki karya tulisnya agar sesuai dengan ketentuan yang diminta. “Saya ingat betul, yang lolos abstrak saat itu ada 150 peserta. Tapi, kemudian yang diambil hanya 30 orang.” Sesuai dengan tema, Debby mengangkat judul MEP BLW (Maritime Economic Program Based on Local Wisdom): Coastal Community Empowerment to Make Indonesia as “World Maritime Axis” in ASEAN Community Era.

Karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah ke-11 yang pernah dibuat dan diikutkan kompetisi. Sebelumnya, berderet prestasi telah diraih oleh mahasiswa angkatan 2014 ini. Tercatat sebanyak enam prestasi telah diraih selama sebelum kuliah. Tiga belas prestasi lainnya diraih saat menimba ilmu di Unesa. Tiga di antaranya adalah kompetisi internasional. (Mita Kurnia/Syaiful Rahman/Humas)1453189533981

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s