Temui Antasari Azhar, Abraham Samad Minta KPK Dilindungi

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad berencana menemui Antasari Azhar di rumahnya siang ini. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal rencana kunjungannya itu seusai menjadi pembicara dalam Seminar Antikorupsi di Universitas Indonesia.
Temui Antasari Azhar, Abraham Samad Minta KPK Dilindungi  
“Saya berencana dari sini mungkin akan kunjungi Antasari di rumahnya. Saya sudah janjian sama teman,” kata Abraham di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu, 12 November 2016.

Menurut Abraham, Antasari tidak semestinya dihukum dengan jangka waktu lama. “Harusnya dari kemarin dia sudah bebas,” kata dia. Dia pun enggan berspekulasi lebih jauh mengenai kasus yang menimpa Antasari.

Antasari mendapatkan status bebas bersyarat. Dia baru akan bebas sepenuhnya pada 2022. Antasari telah menjalani asimilasi di kantor notaris Handoko Halim di Tangerang selama setahun sejak 13 Agustus 2015. Meski bebas bersyarat, dia masih diwajibkan melapor sebulan sekali ke LP Tangerang.

Abraham Samad meminta pemerintah segera menyusun peraturan atau undang-undang untuk melindungi pimpinan KPK. “Kami mendorong ada aturan tersebut agar iklim pemberantasan korupsi terganggu. Kalau begini, suka tidak suka pemberantasan berjalan di tempat,” katanya.

PENGGANTIAN GALXY NOTE 7 (?)

Jakarta, CNN Indonesia — Setelah beberapa hari lalu terjadi penerbangan Southwest Airlines di Amerika Serikat harus dievakuasi lantaran ada Galaxy Note 7 baru mengeluarkan asap, kini muncul laporan dari Taiwan terkait insiden yang disebabkan oleh perangkat yang sama.

Penggantian unit baru Galaxy Note 7 memang telah dilakukan oleh Samsung secara global. Tampaknya ponsel pintar anyar versi baru tersebut tidak sepenuhnya menjanjikan keamanan pengguna.

Dari laporan surat kabar lokal, pengguna Galaxy Note 7 bernama Lai bercerita, kala itu sedang berjalan kaki dengan anjingnya di taman. Perempuan usia 26 tahun itu menyimpan Note 7 di saku celana bagian belakang.

Kemudian Lai mengaku mendengar suara seperti letusan. Tak lama, Lai merasa ada rasa panas dari arah belakang. Ketika menyadari itu berasal dari ponsel Note 7 miliknya, ia langsung melemparnya ke tanah.

Lai menggantikan Note 7 barunya itu pada 27 September lalu. Tentunya Note 7 itu diharapkan bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengguna.

Sejumlah foto yang dipublikasikan media Taiwan, Note 7 milik Lai bisa dibilang rusak parah pada bagian depan, khususnya layar. Terdapat kerusakan gosong akibat api dari ledakan tersebut.

Kerusakan lainnya berada di bagian belakang ponsel, terutama bagian tempat menyimpan baterai.

Insiden yang dialami Lai bisa dibilang sama persis dengan apa yang terjadi selama ini pada produk Note 7 sebelum ditarik dari pasar.

Mengutip laporan yang dilansir oleh portal berita SamMobile, Consumers’ Foundation di Taiwan telah mencoba menghubungi pihak Samsung agar menghentikan penjualan Note 7.

Sementara itu, pihak Samsung telah mempublikasikan pernyataan resmi melalui situs webnya.

Raksasa asal Korea Selatan itu menyatakan, pihaknya telah mengetahui soal kekhawatiran para konsumen dan mitra operator mengenai perangkat Note 7 baru.

“Kami melanjutkan investigasi terhadap kasus yang dilaporkan untuk mengetahui penyebabnya. Kami akan bagikan hasilnya secepat mungkin,” tulis Samsung.

Samsung juga mengaku telah bekerja sama dengan Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) AS untuk melakukan penyelidikan tersebut.

Sekadar diketahui, sebelumnya terjadi insiden Note 7 yang mengeluarkan asap di dalam pesawat terbang.

Note 7 itu milik Brian Green asal Indiana yang menumpang pesawat Southwest Airlines dari Louisville, Kentucky, ke Baltimore, Maryland.

Istri Green yang bernama Sarah, berkata kepada Reuters bahwa suaminya telah mengganti unit Galaxy Note 7 dengan perangkat baru sekitar dua pekan lalu setelah mendapat pesan teks dari Samsung.

Maskapai Southwest Airlines segera melakukan evakuasi penumpang setelah Green melaporkan ada asap dari ponsel Samsung. Semua penumpang dan awak pesawat diminta keluar dari pintu kabin utama dan tidak ada korban luka dari insiden ini. (evn/evn)